BIMBINGAN DAN KONSELING

SMA NEGERI 20 SURABAYA

Jl. Medokan Semampir No.119 Sukolilo Kota Surabaya Kode POS 60119
No.Telp. 031 593 5720 Faxmile. 031 591 0817
E-Mail : [email protected]

Daftar Isi Post New Entry

Standar Kompetensi Bimbingan dan Konseling di SLTA

Posted by adminbk on May 15, 2011 at 6:50 PM

Dalam PermendiknasNo. 23/2006 telah dirumuskan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yangharus dicapai peserta didik, melalui proses pembelajaran berbagai matapelajaran. Namun, sungguh sangat disesalkan dalam Permendiknas tersebutsama sekali tidak memuat Standar Kompetensi yang harus dicapai pesertadidik melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling. Oleh karena itu,Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) mengambil inisiatifuntuk merumuskan Standar Kompetensi yang harus dicapai oleh pesertadidik, mulai tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi, dalam bentuknaskah akademik, untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan Depdiknasdalam menentukan kebijakan Pelayanan Bimbingan dan Konseling diIndonesia.

Dalam kontekspembelajaran Standar Kompetensi ini disebut Standar Kompetensi Lulusan(SKL), sementara dalam konteks Bimbingan dan Konseling StandarKompetensi ini dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Kemandirian (SKK), yangdi dalamnya mencakup sepuluh aspek perkembangan individu (SD dan SLTP)dan sebelas aspek perkembangan individu (SLTA dan PT). Kesebelas aspekperkembangan tersebut adalah: (1) Landasan hidup religius; (2) Landasanperilaku etis; (3) Kematangan emosi; (4) Kematangan intelektual; (5)Kesadaran tanggung jawab sosial; (6) Kesadaran gender; (7) Pengembangandiri; (8) Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis); (9)Wawasan dan kesiapan karier; (10) Kematangan hubungan dengan temansebaya; dan (11) Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga (hanyauntuk SLTA dan PT). Masing-masing aspek perkembangan memiliki tigadimensi tujuan, yaitu: (1) pengenalan/penyadaran (memperolehpengetahuan dan pemahaman tentang aspek dan tugas perkembangan [standarkompetensi] yang harus dikuasai); (2) akomodasi (memperoleh pemaknaandan internalisasi atas aspek dan tugas perkembangan [standarkompetensi] yang harus dikuasai) dan (3) tindakan (perilaku nyata dalamkehidupan sehari-hari dari aspek dan tugas perkembangan [standarkompetensi] yang harus dikuasai).

Aspek perkembangandan beserta dimensinya tampaknya sudah disusun sedemikian rupa denganmengikuti dan diselaraskan dengan prinsip-prinsip, kaidah-kaidah dantugas-tugas perkembangan yang harus dicapai individu.

Berikut ini rumusan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik pada Sekolah Lanjutan Tingkat Atas

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) PESERTA DIDIK

PADA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS

No

Aspek Perkembangan

Tataran/Internalisasi Tujuan

Pengenalan

Akomodasi

Tindakan

1

Landasan hidup religiusMempelajari hal ihwal ibadahMengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragamaMelaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi2

Landasan perilaku etisMengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyaraakat Menghargai Keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusanBerperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis3

Kematangan emosiMempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lainBersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lainMengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas,terbuka dan tidak menimbulkan konflik4

Kematangan intelektualMempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan pemecahan masalah secara objektifMenyadari akan keragaman alternatif keputusan dan konsekuensi yang dihadapinyaMengambil keputusan dan pemecahan masalah atas dasar informasi/data secara obyektif 5

Kesadaran tanggung jawab sosialMempelajari keragaman interaksi sosialMenyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosialBerinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan6

Kesadaran genderMempelajari perilaku kolaborasi antar jenis dalam ragam kehidupanMenghargai keragaman peraan laki-laki atau perempuan sebagai aset kolaborasi dan keharmonisan hidupBerkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran7

Pengembangan diriMempelajari keunikan diri dalam konteks kehidupan sosialMenerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannyaMenampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman8

Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis)Mempelajari strategi dan peluang untuk berperilaku hemat,ulet, sengguh-sungguh dan kompetitif dalam keragaman kehidupanMenerima nilai-nilai hidup hemat,ulet sungguh-sungguh dan kompetitif sebagai aset untuk mencapai hidup mandiriMenampilkan hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri9

Wawasan dan kesiapan karierMempelajarikemampuan diri, peluang dan ragam pekerjaan, pendidikan, dan aktifitasyang terfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarahInternalisasi nilai-niolai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karirMengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluang dan ragam karir10

Kematangan hubungan dengan teman sebayaMempelajari cara-cara membina dan kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebayaMenghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi sebagai dasar untuk menjalin persahabatan dengan teman sebayaMempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku11

Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluargaMengenal norma-norma pernikahan dan berkeluargaMengharagai norma-norma pernikahan dan berkeluarga sebagai landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga

Sumber:

Depdiknas.2007.Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal.Jakarta.

 


Categories: Tentang Bimbingan Konseling

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments